MEMORI - PROSES MELAKUKAN - BAGAIMANA DAN MENGAPA ORANG-ORANG MELUPAKAN

OLEH BOUNDLESS



Kenangan terbentuk di sekitar lebih dari sekadar peristiwa yang tergantung pada apakah informasi itu penting dan dapat dikaitkan dengan Memori tidak selalu merupakan perekam yang paling dapat diandalkan, karena didasarkan pada apa yang sebenarnya terjadi serta pengaruh tambahan, seperti pengetahuan, pengalaman,  harapan, interpretasi, persepsi, dan emosi.

Ada berbagai teori tentang bagaimana dan mengapa ingatan dilupakan.  Dua teori ini adalah Trace Decay Theory, dan Interference Theory.  



Trace Decay Theory 
--------------------------------
The Trace Decay Theory menyatakan bahwa Anda perlu mengikuti jalur tertentu, atau melacak, untuk mengingat memori.

Jika jalur ini belum digunakan selama beberapa waktu, orang akan mengatakan bahwa aktivitas informasi menurun, atau meluruh, yang menyebabkan kesulitan mengingat, atau ketidakmampuan untuk mengingat memori.  Tidak meninjau secara konsisten, atau tidak harus sering mengingat memori, akan menyebabkan kerusakan memori, yang pada akhirnya akan menyebabkan Anda "lupa".

Proses ini dimulai hampir seketika jika informasi tersebut tidak digunakan, seperti bagaimana kita melupakan nama seseorang yang baru saja kita temui, atau melupakan suatu bahasa dari waktu ke waktu.


Memori Seiring Waktu
-------------------------------------
Seiring waktu, ingatan menjadi lebih sulit untuk diingat.  Memori yang paling segar di awal, dan tanpa pengulangan, mulai dilupakan.  Teori Interferensi Gangguan proaktif dan retroaktif dapat memengaruhi seberapa baik kita dapat mengingat memori. Ingatan yang saling bertentangan ini membantu menyebabkan kita "melupakan" memori yang ingin kita ingat.

Dalam pengertian ini, semua ingatan mengganggu kemampuan untuk mengingat ingatan lain, yang merupakan premis dasar dari Teori Interferensi untuk melupakan.

Gangguan Memori
-------------------------------
Kenangan lama dan baru dapat memengaruhi seberapa baik kita dapat mengingat suatu memori.  Ini dikenal sebagai gangguan proaktif dan retroaktif.

Gangguan Proaktif
------------------------------
Gangguan proaktif terjadi ketika ingatan dari masa lalu seseorang memengaruhi ingatan baru, atau menghambat kemampuan mereka untuk membuat ingatan baru.

Ini sering terjadi ketika ingatan dipelajari dalam konteks yang sama, atau mengenai hal-hal yang serupa.  Saat itulah kami memiliki praduga tentang situasi dan peristiwa, dan menerapkannya pada situasi dan peristiwa saat ini.  Sebuah contoh akan tumbuh dengan diajarkan bahwa Pluto adalah sebuah planet di tata surya kita, kemudian diberi tahu sebagai orang dewasa bahwa Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet.

Memiliki ingatan yang kuat akan memengaruhi penarikan kembali informasi baru.

Gangguan Retroaktif
---------------------------------
Gangguan retroaktif terjadi ketika ingatan lama diubah oleh yang baru, walaupun memori asli 'hilang' dan dilupakan.  Ini adalah ketika informasi yang baru dipelajari mengganggu dan menghambat penarikan kembali informasi yang telah dipelajari sebelumnya.

Kemampuan untuk mengingat informasi yang dipelajari sebelumnya sangat berkurang jika informasi itu tidak digunakan, dan ada informasi baru yang substansial disajikan.  Contoh dari ini adalah mengingat warna mobil dalam suatu kecelakaan, tetapi ditanya apakah itu salah satu dari banyak warna.  Input tambahan ini dari kemungkinan warna akan mengganggu dengan kemampuan mengingat warna yang tepat, yang awalnya diingat dengan benar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

YAYASAN BIOLOGI PSIKOLOGI - DASAR GENETIK GEN PSIKOLOGI - PENGARUH PERILAKU

KEPRIBADIAN - PERSPEKTIF BIOLOGIS - OTAK DAN KEPRIBADIAN