KECERDASAN - PENGANTAR TEORI KECERDASAN - MACAM-MACAM KECERDASAN
Oleh Boundless
Teori bermacam - macam kecerdasan muncul ketika beberapa psikolog menjadi kritis terhadap penilaian kecerdasan berdasarkan satu faktor. Selain itu, individu-individu tertentu, seperti mereka yang memiliki sindrom savant, tidak cocok dengan bentuk kecerdasan tradisional.
Savant Syndrome
----------------------------
Savant syndrome mengidentifikasi seseorang yang dianggap kurang intelektual, namun memiliki bakat atau keterampilan yang sangat berkembang di bidang tertentu. Area-area ini sering mencakup hal-hal seperti seni, musik, atau matematika.
Kim Peek, misalnya, adalah orang yang berbakat yang terlahir dengan kerusakan otak yang cukup besar termasuk kepala yang membesar, kehilangan corpus collosum (serat yang menghubungkan dua belahan otak), dan otak kecil yang rusak. Mengintip skor di bawah rata-rata kecerdasan ketika diuji, dan ia mengalami kesulitan dengan aktivitas motorik kasar dan halus.
Namun, kemampuan Peek yang cerdik ditunjukkan melalui kemampuannya membaca dan menghafal materi dengan sangat cepat. Mengintip dilaporkan membaca buku dua halaman sekaligus, membaca sisi kanan dengan mata kanan ini dan sisi kiri dengan mata kirinya, dan dia menghafal materi saat dia membaca.
Kim Peek
----------------
Kim Peek, seorang yang cerdas, adalah inspirasi untuk film tahun 1988 "Rain Man." Peek dapat membaca dan menghafal sejumlah besar informasi dalam waktu singkat, namun mendapat skor di bawah rata-rata pada tes IQ. Savant Syndrome menunjukkan bahwa seseorang yang tampaknya secara intelektual kurang berdasarkan definisi kecerdasan yang lebih tradisional dapat menunjukkan kemampuan luar biasa dalam area atau area tertentu.
Jika seorang ahli seperti Peek diukur dengan teori kecerdasan ganda Gardner (dibahas di bawah), ia akan dikaitkan dengan memiliki kecerdasan yang terkait dengan kemampuannya, seperti linguistik.
Teori Multiple Intelligence Gardner
-------------------------------------------------------
Pada tahun 1983, Howard Gardner mengajukan pandangan tentang kecerdasan majemuk dari mana pikiran dan perilaku kita berkembang. Menurut teori Gardner, kecerdasan ini dapat muncul secara tunggal atau dapat bercampur dalam berbagai cara untuk mencapai keragaman hasil akhir. Gardner mengidentifikasi delapan kecerdasan spesifik dan dua kecerdasan tentatif tambahan:
1) Kecerdasan kinestetik-tubuh: kontrol dan penggunaan tubuh seseorang melalui tarian, olahraga, seni, perburuan primitif, dll.
2) Kecerdasan linguistik: penggunaan bahasa dan komunikasi.
3) Kecerdasan spasial: persepsi dan manipulasi visual; melibatkan kegiatan seperti mengemas barang ke dalam kotak, membaca peta, dll.
4) Kecerdasan intrapersonal: mengenal diri sendiri, kesadaran emosional, motivasi, dll.
5) Kecerdasan interpersonal: membedakan emosi, motivasi, dll. Dari orang lain.
6) Kecerdasan musikal: kompetensi yang berkaitan dengan ritme, nada, nada, dll. Dan bidang yang berkaitan dengan komposisi, bermain, dan merasakan musik.
7) Kecerdasan naturalis: pola yang tajam di alam.
8) Kecerdasan logis-matematis: kemampuan numerik dan pemikiran logis.
9) Kecerdasan spiritual: pengakuan tentatif terhadap spiritual.
10) Kecerdasan eksistensial: (tentatif) berkaitan dengan keadaan akhir wujud.
Teori Kecerdasan Triarkis Sternberg
---------------------------------------------------------
Pada 1986, Robert Sternberg mengusulkan Teori Kecerdasan Triarkis. Teorinya membagi kecerdasan menjadi tiga dimensi yang bekerja bersama: komponen, pengalaman, dan kontekstual.
Dimensi komponen mencakup mekanisme mental individu, dan dibagi menjadi tiga bagian:
1) Metacomponents: proses yang digunakan dalam perencanaan, pemantauan, dan evaluasi kinerja suatu tugas. Ini mengarahkan semua aktivitas mental lainnya.
2) Komponen kinerja: strategi dalam melaksanakan tugas.
3) Komponen akuisisi pengetahuan: proses yang terlibat dalam mempelajari hal-hal baru.
Dimensi pengalaman melibatkan cara individu menangani dunia internal dan eksternal. Dimensi ini melihat bagaimana individu berurusan dengan kebaruan dan otomatisasi proses.
Akhirnya, dimensi kontekstual meneliti bagaimana individu beradaptasi, membentuk, dan memilih dunia eksternal di sekitar mereka.


Komentar
Posting Komentar